Subtitle

Pantun

Melinda Dee

Posted by [email protected] on June 23, 2011 at 12:30 PM Comments comments (0)

Asmari Rahman Sulung


Alangkah malangnya nasibi Malinda

Diri tersangkut kasus pidana

Dengan status sebagai tersangka

Harus kehilangan "gunung" didada

#Nash Renggo

kalau dah hilang gunung didada..

Hidup didunia terasa hampa..

Siapa lg yg akan percaya..

Krn terdakwa kasus pidana.


# Ang Lei Ping

Malang nian nasib Malinda

Hidup tanpa payudara

Proses kasus berjalan jua

Diri mendekam dalam penjara


#Syaf Yar Bagansiapiapi

Jauh terbang siburung dara

mati pelanduk disangka rusa

memang berat kesah malinda

gunung didada pun hilang sama


#Ang Lei Ping

Malinda D nama diberi

Kini berada dibalik jeruji

Alangkah curangnya pak Asmari

Pantun dilempar diapun lari


#Syaf Yar Bagansiapiapi

Malinda Dee nama di beri

balik jeruji terpasung diri

kemana agaknya wak Asmari

mungkin dia nak rehat lagi


#Abu Khoiri

Melinda D difoto membuang muko,

wartawan sibuk koja mengoja

mudah2 an pak asmari hanyo cuci muko,

menghilangkan kantuk yang menggoda

#Ang Lei Ping

Dering telepon diujung sana

Meja redaksi Rakyat Merdeka

Pak Asmari sudah tak disana

Tinggal ruangan dan kursi meja

#Nash Renggo

pantun bejudul melinda Dee

ciptaan ampuh wak asmari..

Aggota berblas memang lah pede

tk dpt nak bls wak asmari lari..


#Abu Khoiri

Makanan padang berkuah emping

rasanya enak di ujung lidah,

kalolah begitu Ang Lei Ping,

kito do'akan beliau bermimpi indah

#Tengku Lukman Jaafar

Buah salak dalam ambung.

Malida lasak badannya menanggung......

Bukit mengunung harus dibelah .....

Sudah jatuh ditimpa tangga.......

Bual dalam gelap

Posted by [email protected] on June 22, 2011 at 3:18 AM Comments comments (0)

Kiriman dari : Rizal Pakchik

Pagi hari mamasak bubur
takut masam ditambah gula
laki bini tidak betegur
mulut diam tangan meraba....


# Tengku Lukman Jaafar

Takut masam ditambah gula. 
Asap perun merambah semak. 
Mulut diam tangan meraba. 
Setiap tahun bertambah anak 
( maaf kawan tak sengaja...)
# Bachtiar Ahmad III 

Asap perun merambah semak

sampai ke hidung bau tak enak

tiap tahun bertambah anak

kerjanya mudah ongkos tak banyak


#Tengku Lukman Jaafar

Kalau belanak merambah semak.

Diukur jari sebelah kiri.

Kalaulah anak bertambah banyak.

Syukur diberi, rezeki dicari.

# Abu Khoiri

Memasak nasik kojo uang umah

maah dgn suami sindi menantu

membuek anak bukan perkara mudah

bepoluh dan lotih hasil bolum tontu

#Tengku Lukman Jaafar

Kalau sepuluh sesudah empat.

Letak buluh dua serangkai.

Kalau berpeluh tanda sehat.

Tak berpeluh tando manai


#Rizal Pakchik

Manusia percaya dengan yang ghaib

talam tersingkap dibalut tanjak

kerja yg satu tu mmg lah ajaib

dalam gelap pun bisa tenampak


#Asmari Rahman Sulung

Lebar rumah dengan halaman

Taman bunga bercampur lalap

Rizal Pakchik memang pengalaman

menguraikan kisah didalam gelap:roll:


Lambaian Pantun

Posted by [email protected] on June 21, 2011 at 1:14 PM Comments comments (0)


Duduk sebentar sambil berfikir

Gelisah hati menunggu Pak Suhaimi (Suhaimi Hasyim)

Mungkin Khalifah sedang berzikir

Ruangan berpantun menjadi sunyi


Syafruddin Masri Sudah diundang

Wazirwan Yunus Sudah diajak

Adakah aral yang melintang

Sehingga kini belum nampak


Sulung ‎Fatia Ulfah di Tanjung Balai

Jamaris Hasan di jakarta

Dari jauh kami melambai

Mari bergabung berpantun ria


Abdul Amid , Akos Alfani

bertiga dengan Asari Jusman

Kami menunggu tuan disini

Untaian Pantun tolong kirimkan


Nash Renggo

Melalui jalan lintas sumatra..

Kulihat kayu patah melintang...

Mengapa mereka belum tiba...

Mungkinkah ada tembok menghadang


Boer Alimar dikota Batam

Comel Ma Adin menari-nari

Kami menunggu hinggakan malam

Berpantun ria kita disini


Nash Renggo memukul beduk

Muhammad Hanafi membaca puisi

Sudah lama saya duduk

menanti kawan untuk berbagi


Nash Renggo

Berpantun ria kita disini..

Tepak disorong berisi sirih...

Menunggu kwan hadir disini...

Hati siapa tak kan sedih..

Mutasi

Posted by [email protected] on Comments comments (102)

Asmari Rahman Sulung

Menungkah pasang balik ke Bagan

Belabuh sampan dikualo

Dapek berita dai kawan-kawan

kono mutasi ke topi imbo


Menebar jala di Raja Berjamu

Dapat senangin sekilo dua

Pemilukada udah berlalu

tinggalkan fitnah sebagai riaknya


Utieh Bangko Kiri Ineh

kualo bangko aenyo dlm,

jgn sokali_kali ondak monyalo..

klw sodao nak cubo mo alamat nak dihompo buayo.

klw kito momogang mato jgnlh sokali nak mohentang..itu te nyo dimutasi koujung imbo..


Boer Alimar

Ondak tahu gunonyo timbo..

utk mengambek air di umah cu ipin...

nak tahu mengapo mutasi ke topi rimbo...

pasti waktu pilkada memilih atau menjadi timses pasangan lain...


Asmari Rahman Sulung

Buah nangko sibuah pauh

Buah mempolam ditopi imbo

Tak disangko kawan nan jauh

Dai Batam monitor juo


SukaNash Renggo

Kalau mengupeh sibuah pauh...

Pauh di iris didaun talas...

Udah monitor uyang yang jauh...

Mai lah kito pantun berbalas...


Abu Khoiri angin kencang membawa gelombang,

anak nelayan melempar jangkar,

jangan risau dan jangan bimbang,

yakinlkan roda akan berputar ...


Asmari Rahman Sulung ‎.....

Tiupan Angin dengan gelombang

Patah galah haluan perahu

bagaimanalah hati tak akan bimbang

Putaran roda makin tak menentu


Kasmer Dahlan

Anak nelayan melempar jangkar,

turun kepantai mencari kerang,

bukan tak yakin roda berputar,

takuik awak masuk ke jurang...